Thanksgiving ala Jerman

Waktu masih menunjukkan pukul lima sore, tapi suasana sudah semakin gelap. Udara dingin seakan mengingatkan bahwa winter memang telah dimulai. Meski dingin dan gelap, anak-anak tampak bersemangat membawa lantera buatannya sendiri. Tak hanya akan memamerkan lantera aneka warna, anak-anak nantinya juga akan berpesta permen di penghujung malam. Di minggu pertama bulan Nopember, warga Jerman tengah merayakan St. Martin’s Day atau lebih dikenal dengan sebutan Martinstag.

Continue reading

Yuk, Berburu Beasiswa!

Tidak terasa sudah dua tahun saya tinggal dan kuliah di Bonn, Jerman. Di akhir masa kuliah saya, tak sedikit yang mengucapkan selamat, namun ada pula yang menanyakan kembali bagaimana caranya saya bisa mendapatkan kesempatan berkuliah di sini.

img_0132

Senyum cerah ceria kala hari pertama masuk kuliah 😀

Continue reading

Bertemu Bison Si Kerbau Liar

Bison, binatang besar mirip kerbau liar yang biasa suka bergerombol dan hidup di daratan Amerika Utara ternyata dulu pernah hidup di daratan Eropa. Nyaris satu abad lalu, hewan mamalia terbesar di Eropa ini punah. Hilang tanpa jejak akibat perburuan. Terakhir terlihat sekitar tahun 1927 di selatan Rusia. Sejak tiga tahun lalu delapan ekor Bison – biasa disebut Wisent- kembali diperkenalkan dan dibiarkan hidup liar di Jerman. Saya beruntung bisa melihat mereka di alam bebas Nordrhein Westphalia, bundes dimana saya juga tinggal.

Continue reading

Life, I Love you!

“The Pogues”. I love you till the end. Menangkupku dalam balon dunia sendiri, terisolasi dari sekumpulan remaja Jerman yang hiruk pikuk mendengarkan musik tekno. Hirau dengan sekitar. Di sudut sini, aku pun hirau. Larut dalam lirik serta rimbasan gitar dan piano “The Pogues” yang memberi nada. Larut dengan pemandangan yang terus berganti di kaca jendela kereta, yang membawaku melaju.

Setahun sudah berlalu. Hari-hari yang membawa beraneka ragam pemandangan. Seperti ritme gitar “The Pogues” yang konstan, hari hari di sini pun terus berputar dalam rutinitas perkuliahan yang konstan. Namun layaknya dentingan piano yang sesekali menukik memandu nada, banyak hal indah dan kejutan yang muncul dari rutinitas itu. Continue reading

Berawal dari Cranberry Cake

Jadi ceritanya, sore itu saya lagi belanja mingguan di supermarket di pusat kota Bonn. Tanpa sengaja, saat di deretan buah, mataku tertuju pada sekotak buah merah nan menggonda. Cranberry. Waktu lihat nama ini, hal pertama yang terpikir adalah band bernama sama asal Irlandia. Di dalam benak-ku segera muncul sebuah imajinasi: sepertinya cranberries ini akan enak dinikmati bersama yoghurt layaknya strawberry atau berry berry lain.

Sesampai di rumah, keinginanku sudah tak sanggup dibendung. Namun saat gigitan pertama, niatku langsung runtuh. Rasa asam tak tertahan dan buah nan keras, membuat selera langsung kandas. Peuihhh… buah macam apa ini, runtukku!

Continue reading

Merayakan Hidup Saat Mengenang Kematian.

Lilin mengenang semangat Nenek Kroll.

Lilin mengenang semangat Nenek Kroll.

Hari apa yang membuat kita secara khusus mengingat seseorang?

Biasanya hari itu bernama hari ulang tahun. Hari dimana kita bersukacita dan mengucapkan hal-hal baik kepada orang yang merayakannya.

Tapi sejak dua tahun terakhir, ada hari khusus lain yang saya peringati untuk mengingat seseorang. Tanggal 30 Oktober adalah hari ketika Magdelana Kroll meninggal dunia. Meskipun mengingat hari yang sedih, tapi hari meninggalnya Nenek Kroll, demikian kami memanggilnya, adalah hari yang menyegarkan semangat.

Continue reading

Kejutan di Hutan Heepen

Langkahku semakin mendekat ke tepian hutan kecil Heepen. Musik yang menghentak di telinga,mendadak terasa menganggu. Kicauan burung jelang siang, hari ini, bahkan jauh lebih ramai dan penuh ceria dibanding senandung Felix Jaehn tentang Cheerleader di gendang telingaku.

Menikmat Hutan Heepen

Menikmati Hutan Heepen.

Tiap derap langkah lari ku, terasa semakin nikmat. Kicauan burung, sinar matahari yang berlahan naik, pohon-pohon yang tampak cantik meski masih telanjang, seakan mengingatkanku, betapa indahnya rasa hangat. Untuk pertama kali-nya, setelah memasuki musim semi, hari ini cuaca mencapai 16 derajat. Suhu ini sudah cukup menjadi alasan bagi kami, semua mahkluk di hutan kecil Heepen, untuk menikmati hari.

Continue reading